Wednesday, June 11, 2014

Situational Language Teaching

Situational Language Teaching
Metode Situational Language Teaching ini dipresentasikan oleh Riydha Karina. Setelah saya mendengar penjelasan dari Riydha Karina, saya dapat menyimpulkan bahwa metode ini hampir sama dengan Oral Approach yang telah dijelaskan oleh Marda sebelumnya. Namun, pada presentasi ini, Riydha tidak mengungkapkan perbedaan itu.
Ada beberapa karakteristik dari metode ini yaitu pembelajaran dimulai dengan bahasa percakapan, bisa berupa perintah atau guru menunjukkan sebuah benda atau gambar tanpa menerjemahkannya. Kemudian, target language adalah bahasa yang di gunakan di dalam kelas. Poin penting pada bahasa baru diperkenalkan secara situasi. Pemberian materi bermula dari yang mudah ke yang sulit. Dan pelajaran berakhir pada membaca dan menulis.

Penampilan Riydha bagus, apalagi disertai dengan contoh penggunaan metode ini, hanya saja saya masih kurang mengerti antara perbedaan materi ini dengan Oral Approach.

Oral Approach

Oral Approach
Metode Oral Approach ini dipresentasikan oleh Marda Ely Shinta. Marda membuka presentasi panjangnya dengan menjelaskan sejarah dan tokoh yang merintis metode ini. Adapun Oral Approach adalah sebuah metode yang berdiri pada tahun 1930-1960 oleh Harold Palmer dan A.S hornsby di British. Kemudian Marda menjelaskan beberapa kharakteristik dari metode ini, Yang pertama bahasa percakapan, yang kedua, bahasa target, yang ketiga, poin bahasa baru, kemudian, prosedur pemilihan kosa kata, tata bahasa dan membaca dan menulis.
Ada empat tujuan dari metode ini, yang pertama adalah command, yaitu membuat siswa mengerti perintah yang disampaikan guru kepadanya, kedua, accuracy, membuat siswa paham mengenai pembelajaran, ketiga, responding, membuat siswa mampu merespon apa yang telah dikatakan oleh gurunya dan yang terakhir automatic control agar siswa bisa paham dengan sendirinya.

Materi yang marda sangat panjang dan waktu presentasinya sangat lama sementara itu gaya presentasinya monoton sehingga membuat banyak pendengar yang bosan, padahal presentasi Marda sangatlah bagus. 

Audio Lingual Method and Drilling

Audio Lingual Method and Drilling
Metode Audio Lngual Method and Drilling ini dijelaskan oleh Risnami. Dalam presentasinya nami mengatakan bahwa metode ini muncul saat perang dunia kedua. Kemudian nami menambahkan bahwa dalah menyampaikan materi pelajaran guru menggunakan dialog jadi, materi pelajaran yang akan diajarkan dimasukkan ke dalam dialog. Dalam metode ini tidak boleh ada penggunaan bahasa asal dan harus menggunakan bahasa asing. Dan juga, karena pembelajaran melalui dialog, maka siswa lebih ditekankan untuk berbicara dan mendnegar daripada menulis dan membaca.

Nami menjelaskan meterinya dnegan baik dan cukup menguasai bahan. Hnaya saja, satu kekurangan Nami, dia tidak menciptakan sebuah simulasi. Padahal di dalam power poinnya ada beberapa dialog, seharusnya itu bisa dijadikan bahan simulasi.

Multiple Intelligence

Multiple Intelligence
Metode Multiple intelligence ini dipresentasikan oleh Laras Aprillia. Adapun melalui penjelasan laras saya dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan multiple intelleigence itu adalahs sebuah metode yang mengmbangkan kemampuan siswa sesuai bakatnya, karena setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda.
Ciri utama dari metode ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Gardner adalah  pertama, setia manusia memiliki kedelapan kecerdasan, kedua, setiap manusia, setiap individu memiliki kecerdasan tersendiri, ketiga, pendidikan dapat digunakan untuk emingkatkan dan mengembangkan bakat manusia, keempat, setiap kecerdasan menempati bagian otak yang berbeda dan yang terakhir, satu dnegan yang lainnya terpisah.

Sedangkan kecerdasan yang dimaksud adalah nature smart, picture smart, people smart, number smart, music smart, self smart, body smart, dan word smart.

Learning Strategy training and Classroom Management

Learning Strategy training and Classroom Management
Kedua metode ini dipresentasikan oleh Khairunnisa. Pada presentasinya Nisapertama kali mempresentasikan tentang metode Learning Strategy Training. Dia menjelaskan bahwa Learning Strategy Training adalah sebuah metode dimana pembelajaran bersumber pada masalah yang dihadapi siswa dan siswa dilatih untuk mampu menyelesaikan masalah tersebut. Metode ini menggunakan tindakan untuk emmbuat pembelajaran bahasa kedua menjadi lebih baik.
Ada tiga cara yang dilakukan oleh guru agar siswa mampu untuk mengembangkan bakatnya melalui metode ini adalah yang pertama cognitive dimana siswa berpikir keras, kemudian metacognitive dimana siswa berinteraksi dengan materi dan affective dimana siswa berinteraksi dangan orang lain.

Sedangkan Classroom management, menurut penjelasan dari Nisa saya dapat emngambil kesimpulan bahwa metode ini adalah dimana siswa dituntut untuk memiliki perilaku yang baik, sikap positif dan semangat yang tinggi dalam belajar sehingga tugas guru disini bukan hanya untuk mengajari siswa namun juga untuk mendidik.

Cooperative Language Learning

Cooperative Language Learning
Presentasi Maulina juga menurut saya merupakan presentasi terbaik dari presentasi-presentasi lain. Hal ini karena walaupun menjelaskan materi dengan menggunakan bahasa Indonesia, namun saya dapat memahami metode inid an juga metode ini sangat perlu untuk dipelajari karena metode ini sering digunakan saat proses belaajr mengajar. Bahkan Maulina menambahkan bahwa metode ini dapat digunakan pada segala jenjang usia di semua tahap pendidikan.

Dalam presentasinya, Maulina menjelaskan bahwa metode ini sangat penting untuk dipelajari karena metode ini bisa digunakan untuk emningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja sama denagn siswa lainnya.

Lexical Approach

Lexical Approach
Metode Lexical Approach ini dipresentasikan oleh Masnur. Pada presentasinya, Masnur sangat kreatif. Dia menampilkan simulasi yang tepat pada sasaran dimana dia menunjukkan bagaimana sebuah metode Lexical Approach di dalam kelas.
Adapun Masnur menjelaskan dengan sangat detail mengenai lexical Approach ini. Semua pertanyaan dapat dijawab denagn baik hingga pada bagian chunk dimana banyak pendengar yang belum mengerti, namun masnur bersedia mengulang-ulang penjelasannya hingga semua pendengar benar-benar mengerti.

Adapun dari penjelasan Masnur dapat saya ambil kesimpulan bahwa Lexical Approach adalah sebuah metode yang digunakan oelh guru agar siswanya lebih memiliki kosa kata yang banyak dan dapat menggunakan kosa kata tersebut.